Alasan Kyai Haji Saifuddin Ibrahim dari NTB berpindah ke Kristianiti

Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”  (Matius 5:14-16)
Saifuddin Ibrahim, atau Abraham (nama Kristennya), ayah dari 4 orang anak, dalam kesaksiannya memberikan beberapa alasan prinsip mengapa ia sebagai Kyai Hajidan sekaligus Guru Besar Universitas Muhammadiah meninggalkan jabatan, popularitas serta warisan, dan sekarang menjadi Penginjil dan hamba dari Adonai Yeshua Ha Mashiah; isterinya terkejut dan menangis berhari-hari, dan berkata kepadanya”Kamu pikir kamu itu siapa? Kowe itu Kyai! Kok iso-isone dhadi wong Kresten? (Kamu itu Kyai! Kok bisa-bisanya [kamu] jadi orang Kristen?). Peristiwa ini meneguhkan perkataan Yeshua yang berbunyi:  “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi.Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga,iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.”(Mat 13:44-46)
Ketika Sadam Husein, putranya, mengetahui ayahnya telah menjadi orang Kristen, Sadam bertanya ”Mengapa ayah masuk Kristen?” Shariffudin memberi beberapa alasan.  Daftar alasan Saifuddin Ibrahim meninggalkan Islam di bawah ini saya buat berdasarkan dua buku tulisannya sendiri: Kenapa Saya Memilih Kristus (KSMK) danDialog Dengan Saddam Husein (DDSH

0 Response to "Alasan Kyai Haji Saifuddin Ibrahim dari NTB berpindah ke Kristianiti"

Post a Comment

wdcfawqafwef