Orangtua Pelaku Teror Bom Minta Maaf pada Umat Kristen di Medan

Makmur Hasugian (66) dan istrinya, Arista boru Purba, meminta maaf pada umat Kristiani, khusus Katolik di Medan, atas perilaku anaknya, IAH, yang melakukan aksi teror bom di Gereja Santo Yosep, Jl Mansyur, Medan, Sabtu pekan lalu.
Orangtua pelaku bom Gereja Santo Yosep Medan/twitter
"Ini kesalahan kami keluarga yang tidak mampu mengawasi anak yang masih labil, IAH itu masih 17 tahun. Kami meminta maaf. Mudah-mudahan peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi,” kata Makmur sambil menangis di kantor DPC Peradi Medan di Jalan Sei Rokan, Medan, kemarin.
"Semoga Kepastoran Uskup Agung dapat memaafkan kejadian itu. Kami keluarga sekali lagi meminta maaf," ucapnya terbata-bata,” ujar Makmur lagi sambil berkali-kali menyeka air matanya dengan handuk kecil.
Kepada seluruh masyarakat, khususnya pers, kakek dua cucu itu juga meminta untuk menetralisir keadaan.
"Kami dari keluarga tidak tahu masalah ini, kenapa sempat terjadi, kami tidak ada niat supaya ada kegoncangan antarumat beragama," kata Makmur.
Menurutnya, sebagian dari keluarganya juga ada yang beragama Kristen. Istrinya yang merupakan anak tertua dari sembilan bersaudara, adalah satu-satunya bergama Islam. 
"Orangtua saya masih Kristen, saudara saya semuanya masih Kristen. Jadi tidak ada ini soal perbedaan agama,” sambung sang istri.
Sambil terisak, Arista juga turut menyampaikan permintaan maafnya.
"Saya juga sebagai ibunya meminta maaf bagi masyarakat Sumatera Utara, khususnya bagi umat Katolik atas tingkah laku anak kami. Terutama kepada bapak Pastor Pandiangan, ini bukan kehendak kami, ini di luar jangkauan kami,” ucap wanita berkerudung ini.
Arista mengatakan, permintaan maaf secara khusus sudah dilakukan pihaknya kepada Pastor Pandiangan. Ditemani sejumlah pengacara dari Peradi, keluarga IAH juga akan menemui pihak Keusukupan pada Senin 5 September mendatang.http://batakgaul.com/

0 Response to "Orangtua Pelaku Teror Bom Minta Maaf pada Umat Kristen di Medan"

Post a Comment

wdcfawqafwef